Program Keahlian Animasi di SMK Fase F (Kelas 11 dan 12) merupakan fase lanjutan yang dirancang untuk mempersiapkan peserta didik menghadapi dunia kerja industri animasi modern, baik di bidang 2D maupun 3D. Pada fase ini, peserta didik tidak hanya berlatih pada aspek teknis seperti menggambar atau menggunakan software animasi, tetapi juga diarahkan untuk mampu memahami proses produksi animasi secara menyeluruh: mulai dari perencanaan, produksi aset, pergerakan karakter, hingga penyusunan cerita visual yang utuh.
Fase F menekankan pada pengalaman belajar yang berbasis proyek (project-based learning) dan kontekstual, dengan pendekatan deep learning yang memungkinkan peserta didik membangun kompetensi secara menyeluruh, bukan sekadar hafalan. Penyusunan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) di fase ini dirancang untuk memberikan ruang bagi eksplorasi kreatif, kolaboratif, dan berpikir kritis sehingga siswa dapat menghasilkan karya animasi yang tidak hanya layak secara teknis, tetapi juga kuat dalam sisi naratif dan estetika.
CP (Capaian Pembelajaran) SMK Animasi Fase F

Capaian Pembelajaran Fase F Animasi dirancang agar peserta didik menguasai produksi animasi secara utuh, mencakup gerak, aset visual, dan cerita visual. Pembelajaran berbasis proyek mendorong keterampilan teknis, kolaborasi, dokumentasi, dan penerapan standar industri.
Capaian Umum
Pada akhir Fase F, peserta didik mampu mengimplementasikan teknik produksi pada elemen gerak (animation), visual (asset creation), dan editorial (visual storytelling) berdasarkan instruksi kerja pada bidang animasi 2D maupun 3D yang selaras dengan kebutuhan industri, dengan capaian sebagai berikut:
- Animation (Gerak): Mampu menerapkan pembuatan akting pergerakan karakter dan lipsync menggunakan teknik 2D atau 3D sesuai shot/scene/sequence/storyboard yang ditentukan.
- Asset Creation (Visual): Mampu membuat dan mengelola aset visual berdasarkan desain produksi dan Prosedur Operasional Standar yang berlaku dalam industri animasi.
- Visual Storytelling (Editorial): Mampu menyusun storyboard dan animatic yang sesuai dengan naskah cerita dan kebutuhan narasi visual.
Penekanan capaian umum ini bertujuan agar peserta didik tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga adaptif terhadap dinamika industri kreatif. Dengan penguasaan pada ketiga elemen utama ini, lulusan diharapkan mampu berkontribusi langsung dalam proses produksi animasi di berbagai sektor profesional, baik sebagai kreator individu maupun bagian dari tim produksi.
Pembahasan per Elemen CP
Capaian per elemen merinci keterampilan dan pemahaman yang harus dimiliki peserta didik pada tiap aspek utama produksi animasi. Setiap elemen mencerminkan tahapan penting dalam proses kerja industri, mulai dari pergerakan karakter, pembuatan aset visual, hingga penyusunan narasi visual.
1. Gerak (animation)
Makna CP: Peserta didik memahami prinsip dasar gerak karakter, akting, ekspresi wajah, dan sinkronisasi suara (lipsync) pada animasi 2D dan 3D.
Keterampilan:
- Menerapkan prinsip dasar animasi seperti timing, squash and stretch, anticipation, dan follow through.
- Membuat akting pergerakan karakter berdasarkan storyboard dan kebutuhan narasi.
- Menerapkan teknik lipsync sesuai dialog yang diberikan.
- Menggunakan perangkat lunak animasi 2D atau 3D untuk menyusun gerakan karakter sesuai scene/sequence.
Konteks Industri:
Kemampuan membuat animasi karakter dengan ekspresi dan gerakan yang meyakinkan merupakan inti dari proses produksi animasi profesional.
2. Visual (asset creation)
Makna CP: Peserta didik memahami tahapan pembuatan aset visual seperti karakter, properti, dan latar (background) sesuai kebutuhan produksi.
Keterampilan:
- Membuat desain karakter, background, dan aset properti berdasarkan design brief.
- Menggunakan software desain grafis dan modeling (misal: Photoshop, Illustrator, Blender, Maya).
- Mengelola file dan format aset sesuai pipeline produksi.
- Menyusun aset dengan memperhatikan prinsip proporsi, perspektif, dan warna.
Konteks Industri:
Pembuatan aset visual berkualitas merupakan pondasi penting dalam menciptakan animasi yang konsisten secara visual dan efisien dalam proses produksi.
3. Editorial (visual storytelling)
Makna CP: Peserta didik memahami proses penceritaan visual melalui storyboard dan animatic yang efektif dan komunikatif.
Keterampilan:
- Menyusun storyboard berdasarkan naskah atau ide cerita.
- Menentukan framing, angle kamera, dan alur adegan sesuai narasi.
- Membuat animatic sebagai simulasi urutan gerak dan timing cerita.
- Mengomunikasikan ide visual kepada tim produksi melalui presentasi storyboard.
Konteks Industri:
Storyboard dan animatic merupakan alat penting dalam pra-produksi yang menentukan arah visualisasi dan efisiensi pelaksanaan proyek animasi.
ATP (Alur Tujuan Pembelajaran) SMK Animasi Fase F
ATP disusun untuk memandu proses pembelajaran agar capaian kompetensi tercapai secara bertahap dan terstruktur. Setiap tujuan dikembangkan berdasarkan elemen utama animasi gerak, visual, dan editorial dengan pendekatan proyek dan konteks industri sebagai dasar pembelajaran.Berikut contoh ATP dari mata pelajaran Animasi Fase F
| Elemen | Capaian Pembelajaran | No | Tujuan Pembelajaran (TP) | ATP (Alur Tujuan Pembelajaran) |
|---|---|---|---|---|
| Gerak (Animation) | Peserta didik mampu menerapkan pembuatan akting pergerakan karakter dan lipsync menggunakan teknik 2D atau 3D sesuai storyboard yang ditentukan. | 1.1 | Mengidentifikasi prinsip dasar animasi dan jenis pergerakan karakter dalam produksi animasi. | Menjelaskan prinsip timing, squash and stretch, serta contoh pergerakan karakter dari referensi storyboard. |
| 1.2 | Menerapkan teknik akting dan ekspresi wajah pada animasi 2D atau 3D. | Membuat gerakan karakter dengan ekspresi dasar (senang, sedih, marah) menggunakan software animasi. | ||
| 1.3 | Melakukan lipsync sesuai dengan dialog dalam adegan. | Menghubungkan gerakan mulut karakter dengan file audio untuk menghasilkan sinkronisasi suara yang tepat. | ||
| Visual (Asset Creation) | Peserta didik mampu membuat aset visual sesuai desain produksi dan SOP industri animasi 2D maupun 3D. | 2.1 | Mengidentifikasi elemen visual dalam produksi animasi. | Menjelaskan perbedaan antara aset karakter, properti, dan latar berdasarkan contoh desain produksi. |
| 2.2 | Mendesain aset visual sesuai kebutuhan produksi. | Membuat karakter dan background sederhana sesuai naskah menggunakan software desain grafis atau 3D modeling. | ||
| 2.3 | Menyusun aset visual ke dalam format dan struktur kerja produksi. | Menyimpan dan mengorganisasi aset berdasarkan pipeline produksi dan standar industri. | ||
| Editorial (Visual Storytelling) | Peserta didik mampu menyusun storyboard dan animatic sesuai naskah cerita yang ditentukan. | 3.1 | Memahami struktur narasi dan jenis-jenis pengambilan gambar dalam storyboard. | Mengidentifikasi urutan adegan dan sudut pengambilan gambar berdasarkan skrip cerita. |
| 3.2 | Menyusun storyboard berdasarkan adegan dari naskah. | Menggambar urutan adegan dalam storyboard lengkap dengan deskripsi gerak dan suara. | ||
| 3.3 | Membuat animatic berdasarkan storyboard dan durasi dialog. | Menyusun animatic dengan memadukan gambar diam, durasi, serta audio narasi/dialog untuk simulasi cerita visual |
Modul Animasi Fase F Lengkap & Siap Pakai

Dapatkan kumpulan modul ajar dan ATP lengkap untuk Program Keahlian SMK Animasi Fase F hanya di gtk.or.id. Materi disusun berdasarkan CP & ATP resmi, dirancang dengan pendekatan proyek, dan siap digunakan untuk pembelajaran kontekstual di kelas.